www.jakarta.go.id

Tahun ini, Target Pembangunan Rusunawa Menjadi 20 Ribu Unit Rusun

Tahun ini, Target Pembangunan Rusunawa Menjadi 20 Ribu Unit Rusun

rusun

Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebagai alternatif hunian dengan biaya sewa rendah, - bahkan gratis - untuk warga Jakarta yang terkena dampak relokasi.

Seperti di Rusun Pulogebang, warga mendapatkan sewa gratis unit selama 3 bulan. Setelahnya mereka hanya membayar sewa unit dengan kisaran Rp156.000 hingga Rp234.000 perbulan. Pemprov DKI juga telah menyiapkan cleaning service, keamanan, dan kebersihan.

Dikutip dari republika.com, Direktur Permukiman dan Perumahan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nugroho Tri Utomo mengatakan kebutuhan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Indonesia masih tinggi.

Tahun ini, Pemprov DKI menargetkan pembangunan rumah susun mencapai 20 ribu unit yang akan selesai pada Oktober dan diharapkan akan meningkat menjadi 50 ribu unit tahun depan. Rusun tersebut nantinya diprioritaskan untuk warga yang terkena dampak normalisasi sungai.

Sebelumnya Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta menargetkan tahun ini akan selesai 2.359 unit rusun. Unit rusun tersebut tersebar pada delapan rumah susun yaitu Rusun KS Tubun, Marunda, Lokasi Binaan Semper, Cakung Barat, Rawa Bebek, Jatinegara Kaum, Bekasi Km 2, dan Pinus Elok.

"Tahun ini memang akan dibangun lagi 31 rusun dengan 20 ribu unit, yang akan selesai Oktober tahun depan, kalau bisa dikejar, diusahakan Agustus," kata Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, Ika Lestari dikutip dari cnnindonesia.com.

Sebanyak 31 rusun itu saat ini masih dalam tahap lelang. Untuk 50 ribu unit rusun lainnya, Ika mengatakan saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Rusunawa yang disiapkan juga dilengkapai dengan berbagai fasilitas diantaranya pendidikan anak usia dini (PAUD), klinik, posyandu, ruang menyusui, tempat bermain bagi anak, jogging track, dan taman. Bahkan di Rusunawa Pulogebang, pihak pengelola menyiapkan sekitar 30 unit kios bagi warga rusun yang terkena dampak relokasi.

Dikutip dari jakartabisnis.com, PD PAM Jaya dan PAL Jaya telah berkoordinasi untuk menjalankan proyek pengolahan air minum dan air limbah terpadu bagi empat rusunawa di Jakarta yaitu Muara Baru, Daan Mogot, Rawa Buaya, dan Cengkareng sebagai pemenuhan salah satu solusi pemenuhan kebutuhan air minum bagi rusun tersebut.

Layanan bus pengumpan (feeder) TransJakarta juga telah disediakan ke wilayah yang terdapat rusunawa milik Pemprov DKI. Bus ini beroperasi mulai pukul 05.00 sampai pukul 22.00 WIB dan gratis bagi warga penghuni rusunawa. Cukup dengan menunjukkan KTP sesuai dengan domisili rusun ke petugas onboard yang ada di bus.

Rusunawa yang telah tersedia bus feeder tersebut antara lain Rusunawa Daan Mogot, Rusunawa Tambora, Rusunawa Kapuk Muara, Rusunawa Flamboyan (Jakarta Barat), Rusunawa Marunda, Rusunawa Budha Tzu Chi (Jakarta Utara), Rusunawa Cipinang Besar Selatan, Rusunawa Pulogebang, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Rawa Bebek (Jakarta Timur). (jsc-sy)