Teater

PEMBURU UTANG

Jumat, 01 November 2019 Sabtu, 02 November 2019

Apa yang terjadi ketika Negara dinyatakan bangkrut karena utang yang terlalu menumpuk?


Kisah ini bermula dari situasi di suatu Negara yang  tidak sanggup menanggung beban utang, dan rakyat yang menanggung utang-utang Negara. Setiap warga Negara diwajibkan ikut membayar utang. Setiap warga Negara yang masih memiliki asset dan kekayaan, akan di sita untuk menyelamatkan keutuhan Negara. Karena situasi seperti itu maka seluruh rakyat memilih untuk menjadi miskin. Semua beramai-ramai membangkrutkan diri dan lebih memilih hidup menggelandang atau menjadi pengemis.


Tapi ketika menjadi pengemis dan gelandangan pun mereka akan di denda. Bila tak mampu membayar denda itu maka mereka di anggap memiliki utang pada Negara dan harus membayarnya dengan cara apapun, di cicil atau di kridit dengan bunga tinggi.


Dalam keadaan itu, muncul Partai Pengemis Nasional, yang beranggotakan seluruh orang miskin. Partai ini kemudian menyelenggarakan kongres besar dengan mengundang seluruh pengemis dan orang-orang miskin. Kongres memutuskan agar semua orang harus ikut membayar utang. Dan di bentuk petugas "Pemburu Utang" yang bertugas menyita apapun barang berharga yang masih tersisa.


Sebenarnya, di antara pengemis dan orang-orang miskin itu ada banyak orang kaya dan berduit. Namun agar kekayaan mereka tak di ambil "Pemburu Utang" maka orang-orang kaya itu memilih pura-pura miskin. Setiap orang menjadi pingin terlihat paling miskin dan menderita. Masing-masing selalu menceritakan seluruh penderitaan dan kesusahannya. Semakin terlihat menderita dan susah, mereka malah terlihat makin hebat.


Karena semua ingin terlihat miskin, maka barang-barang mewah yang sebelumnya menjadi status sosial orang kaya, menjadi tak berarti. Yang di cari justru barang-barang atau benda-benda yang buruk, jelek, rusak, rombeng. Semakin rombeng barang itu, justru makin di cari. Baju-baju mewah dan bagus tak ada yang mau beli; tapi pakaian rombeng dan penuh tambalan justru di sukai. Kemiskinan menjadi mode. Kemiskinan menjadi life style. Semakin tampak miskin semakin modis dan bergaya.


Mereka tak menyadari bahwa semua itu hanyalah proyek yang sedang dirancang agar orang-orang menikmati segala macam bentuk kemiskinan. Ketika banyak yang menderita, selalu ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan itu.


Siapakah mereka yang senang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat itu?

Temukan jawabannya dalam lakon "Pemburu Utang" dengan pesan yang sama: Jangan Kapok Menjadi Indonesia.


Judul Pentas                      : Pemburu Utang

Jadwal  Pentas                  : 2 kali pentas

   Jumat, 1 November 2019 - Pukul 20.00 WIB

   Sabtu, 2 November 2019 - Pukul 20.00 WIB

Venue                                   : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta.

 

HTM:

PLATINUM Rp. 750.000  |VVIP Rp. 500.00 | VIP Rp. 300.000  | BALKON Rp. 150.000


Reservasi Tiket:

www.kayan.co.id | www.blibli.com


Informasi:

Kayan Production & Communications

0895 3720 14902 | 0813 1163 0001