KOTA TUA JAKARTA

Minggu, 01 Januari 2017 00:00 WIB

Kota Tua Jakarta atau Batavia Lama (Oud Batavia) terletak di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Wilayah ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Di utara, Kota Tua berbatasan dengan Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Laut Jawa. Bagian selatan, berbatasan dengan Jalan Jembatan Batu dan Jalan Asemka. Bagian barat berbatasan dengan Kali Krukut, dan bagian timur berbatasan dengan Kali Ciliwung.

Kota Tua Jakarta di masa lalu merupakan kota rebutan yang menjadi simbol kejayaan bagi siapa saja yang mampu menguasainya. Tak heran jika mulai dari Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda – Pajajaran, Kesultanan Banten – Jayakarta, Verenigde Oost - indische Compagnie (VOC), Pemerintah Jepang, hingga kini Republik Indonesia melalui Pemerintah DKI Jakarta, terus berupaya mempertahankannya menjadi kota nomor satu di negara ini. Dahulu pada abad ke-16 wilayah ini dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk Benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

Kawasan Kota Tua menyimpan nilai sejarah tinggi, berbagai peninggalan masa lampau masih dapat dijumpai di kawasan Kota Tua ini. Di Kawasan Kota Tua terdapat juga beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik dan Toko Merah. Selain untuk tempat wisata, kawasan Kota Tua juga sering dijadikan tempat foto, dikarenakan kawasan yang masih belum banyak berubah, seperti zaman penjajahan Belanda dahulu.

Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengupayakan untuk menjadikan Kota Tua sebagai salah satu warisan dunia (world heritage) dari UNESCO. Kota Tua juga merupakan salah satu kawasan wisata di Jakarta. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta saat ini terus melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan daya tarik Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan kota Jakarta diantaranya:

  • Pemugaran fisik beberapa gedung Museum Sejarah Jakarta.
  • Penataan Plaza di Kawasan Kota Tua melalui perbaikan prasarana dan sarana di area plaza, didukung oleh Konsorsium Kota Tua.
  • Relokasi dan penertiban pedagang kaki lima sekitar taman Fatahilah.
  • Penyelenggaraan event untuk menyemarakkan kegiatan kepariwisataan di Kota Tua.
  • Mengintegrasikan jalur wisata dengan angkutan umum/shuttle bus.
  • Proses pengusulan kepada Gubernur untuk pemeringkatan sebagai kawasan cagar budaya tingkat Provinsi yang akan ditindaklanjuti dengan pengusulan sebagai kawasan cagar budaya dunia kepada UNESCO.

Akses menuju Kawasan Wisata Kota Tua relatif mudah, jika pengunjung berasal dari Bekasi atau Depok, pengunjung dapat menggunakan transportasi umum Commuterline (Kereta Api Indonesia) jurusan Stasiun Kota (Beos) dan bagi yang menggunakan bus Transjakarta dapat turun di Stasiun Kota lalu berjalan kaki. Untuk mereka yang membawa kendaraan pribadi, dapat parkir di lahan parkir yang tidak jauh dari lapangan Museum Fatahillah - Kawasan Kota Tua.