NOORDWIJK

Rabu, 01 Maret 2017 00:00 WIB

Sekarang dikenal sebagai Jl. Juanda. Bersama-sama dengan Jacatraweg (Jl. Pangeran Jayakarta), Groote Zuiderweg (Jl. Gunung Sahari) dan Molenvliet (Jl. Hayam Wuruk-Jl. Gadjah Mada) merupakan kawasan segi empat emas pertama di Batavia. Persimpangan jalan dengan Jl. Majapahit, dulu merupakan bagian dari Kanaal Molenvliet di sebelah selatan (1648). Pembangunan Noordwijk merupakan bagian dari penjagaan luar di masa VOC, untuk menghubungkan benteng Rijwijk dengan Noordwijk. Jalannya disebut "Jalan dari Rijswijk menuju Noordwijk". Ketika benteng Noordwljk dibongkar oleh Inggris, nama jalan disingkat menjadi Noordwijk.

Daerah ini merupakan daerah pedesaan (country seat) selama hampir setengah abad sebelum Daendels memindahkan ibukota pemerintahan ke selatan kota. Sebelum tumbuh menjadi pemukiman elit selama masa Inggris (1811-1816), daerah ini masih jarang penduduknya. Hanya ada sejumlah desa priburni, pertokoan Cina, dan beberapa tanah milik pejabat tinggi VOC. Sepanjang jalan pun berkembang menjadi butik, penjahit, ahli permata, dan sepatu terkenal di Batavia. Dengan berbagai bangunan seperti cabang kedua Toko Eigen Hulp, bangunan Combet, bangunan Mayr & Co, bangunan A. Herment & Bastiere, Groote Clooster, dan Hotel Ernst.