VERSTAPPEN, H. TH

Senin, 12 Agustus 2019 00:00 WIB

Pengarang buku Djakarta Bay, 1953 yang didalamnya memuat Peta Dataran Rendah antara Teluk Jakarta dan Pegunungan Jawa Barat. Salah satu tesis doktoralnya menunjukkan temuan arkeologis tentang kelompok manusia pertama yang pernah hidup di kawasan DKI Jakarta sekarang ini. Bagian utara kawasan antara Citarum dan Cisadane yang rendah itu merupakan tanah alluvial, yang dibentuk selama 5.000 tahun terakhir (masa holosen muda), sedang bagian selatan yang lebih tinggi sudah dibentuk pada masa holosen tua. Tanah dan batu dibawa oleh sungai-sungai dari pegunungan vulkanik Pangrango Gedeh dan Salak. Batas kedua kawasan tersebut merupakan tebing miring di sebelah selatan Jakarta. Hal ini disebabkan olch kejadian-kejadian geologis.

Temuan-temuan arkeologis ini menunjuk pada masa neolitik dan perunggu-besi, sebagai perkiraan tentang masa penghunian tertua di kawasan Jakarta. Hasil sementara penemuan di Cililitan Jakarta Timur di tepi timur sungai Ciliwung dan penggalian yang dilakukan di Pejaten, Kramat Jati dan Buni (Bekasi) menunjuk ke zaman awal Masehi. Orang Austronesia sudah mendatangi Pulau Jawa sekitar abad ke-10 SM dan mengembangkan budaya agraris pada abad-abad SM. Di daerah sekitar Tugu ditemukan pecahan dan kepingan keramik Indonesia dari zaman prasejarah bersama dengan keramik Tionghoa dari masa yang berbeda-beda. Temuan-temuan di sekitar Tugu membuktikan daerah ini sudah dihuni selama hampir 2000 tahun.