VISCHMARKT

Senin, 19 Agustus 2019 00:59 WIB

Disebut juga Pasar Ikan, pertama dibangun tahun 1631 di sebelah timur Sungai Ciliwung, di atas panggung dengan atap. Tetapi karena pelebaran taman di depan benteng (kasteel) tahun 1636, pasar tersebut dipindahkan ke sebelah barat Sungai Ciliwung dan dibangun sebuah dermaga. Dua kanaal berbatasan dengan pasar ini, yaitu Maleischegracht dan Kali Besar dan kedua kanaal tersebut penuh dengan berbagai jenis perahu dan rakit yang membawa ikan segar dalam keranjang.

Sejak tahun 1672, nelayan-nelayan yang berjualan di Pasar Ikan bukan orang Batavia, tetapi mereka datang dari daerah pantai Utara Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon, sehingga mereka dinamakan "orang-orang wetan". Orang-orang Cina juga berjualan di pasar ini dan mempunyai tempat jualan sendiri. Mereka wajib membayar 2 (dua) Rijkedaalders kepada Kompeni sebagai sewa tempat tersebut. Untuk sementara mereka tinggal di Pasar Ikan, hingga akhirnya muncul Kampung Luar Batang. Kehidupan nelayan di daerah ini penuh dengan penderitaan, karena hasil mereka dijual oleh seorang tuan tanah sehingga pendapatan mereka minim sekali. Selain itu daerah ini kurang memenuhi syarat kesehatan dan sering terjadi wabah, sehingga angka kematian nelayan tinggi sekali.

Pasar Ikan buka dua kali sehari dari pukul 10 pagi sampai 1 siang kemudian dari pukul 3 sore sampai 5 sore. Pukul 1 sampai 3 sore digunakan untuk membersihkan tempat berjualan ikan. Ikan biasanya dibawa oleh nelayan dari Cirebon (Wetaners). Mereka bukan penduduk dari Jakarta, walaupun tinggal untuk sementara di daerah sekitar Luar Batang.

Penjualan biasanya dimulai pukul 10 pagi hingga pukul 13.00, kemudian dibersihkan. Namun demikian pasar ini sudah penuh sesak sejak pagi hari. Pukul 15.00 nelayan datang lagi dan penjualan dilanjutkan sampai pukul 16.00 dan pukul 17.00 dibersihkan kembali. Ikan yang tidak terjual dibawa ke pasar malam atau pasar Borong yang terletak di seberang sungai. Pada umumnya pembelian atau belanja dilakukan oleh pemilik rumah sendiri dan bukan pembantunya, sehingga tiap pagi banyak kendaraan yang antri mulai dari kereta sewaan sampai kereta kuda besar dan mewah di Pasar Ikan. Ikan-ikan yang disenangi orang Batavia dan banyak dijual di Pasar Ikan adalah ikan barong, ikan kakap (kaalkop), ikan krepu, ikan kurau, dan segala siput laut. Tahun 1846 dipindahkan ke gedung yang terletak di seberang penginapan (Stadsherberg) dan sampai sekarang (1935).