WAHYU SIHOMBING

Selasa, 08 Oktober 2019 00:00 WIB

Sutradara film dan teater, lahir di Tapanuli, 15 Agustus 1933. Menyelesaikan studi di ATNI dan kemudian menjadi pengajar di lembaga tersebut. Memperdalam pengetahuannya tentang teater di University Of Hawaii. Menjadi Sutradara dan Pimpinan Panggung dalam banyak pementasan ATNI. Memasuki film mulai sebagai Pembantu Sutradara Usmar Ismail dalam pembuatan Tjita-Tjita Ajah (1960). Setelah empat kali membantu Usmar Ismail, tahun 1962 mendirikan perusahaan film sendiri "Virgo Film" dan menyutradarai produksinya: Ballada Kota Besar, Impian Bukit Harapan (1964) namun tidak beredar karena dilarang oleh Sensor Film yang waktu itu dikuasai simpatisan PKI. Pada 1970 muncul kembali melalui film Matinya Seorang Bidadari(1970) yang skenarionya ditulis Tatiek Malyati, istrinya.

Dalam masa absen dari dunia film, ia sibuk sebagai Ketua I PARFI, Wakil PARFI dalam Yayasan Film, 1968-1970, menjadi Anggota Dewan Produksi Nasional; sejak tahun: 1968, terus menerus terpilih menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta dan sampai tahun 1976 duduk sebagai anggota Dewan Pengurus Harian; menjadi pengajar Akademi Teater LPKJ, sejak mulai berdiri: ikut mendirikan Yayasan Teater Nasional. Ia beranggapan kelemahan film Indonesia terletak pada skenarionya, sehingga bangunan dramatiknya lemah. Maka ia pernah mendirikan Sindikat Penulisan Skenario bersama Umar Khayam dan Arifin C. Noor tetapi proyek ini tidak berjalan, sebab para produser kebanyakan lebih senang mengarang cerita sendiri, dan penulisan skenarionya dilakukan beramai-ramai oleh staffnya. Tahun 1977 ia membantu Inter Studio menyelenggarakan kursus untuk calon pemain, dan menyutradarai film Gersang Tapi Damai, Gara-Gara Isteri Muda (1978). Ia juga dipercaya anggota Dewan Produksi Nasional, serta anggota Dewan Pengurus Harian DKJ. Beberapa film yang disutradarainya antara lain: Gadis Hitarn Putih (1985), Penginapan Bu Brato (1987), serta Istana Kecantikan (1988).