WARKOP DKI

Kamis, 31 Oktober 2019 00:01 WIB

Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono), Rudy Badil, Dono (Wahyu Sardono), Kasino Hadi-wibowo dan Indro (Indrojoyo Kusumonegoro), lima mahasiswa Universitas Indonesia, Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Warkop yang merupakan singkatan dari "Warung Kopi" di radio Prambors. Nanu dan Rudy kemudian masing-masing mencoba berkarir sendiri.

Setelah itu ketiga anggota yang tinggal mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat. Beberapan judul diantaranya, Dongkrak Antik, Mana Tahan (1987), Antri Dong (1988), Curi-Curi Kesempatan (1988), dll. Mereka juga dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota).

Kelompok Warkop terutama mewakili generasi pelawak yang terpelajar, yang dianggap banyak orang memiliki warna baru dalam membanyol. Tetapi kelompok ini juga mampu membuat tertawa kalangan yang tak berpendidikan. Di samping mengeluarkan kaset lawakan, mereka juga membintangi beberapa film, antara lain Mana Tahan (1980), Gengsi Dong(1980), Gede Rasa(1981), Pintar-pintar Bodoh (1981), Manusia Enam Juta Dollar(1982), IQ Jongkok (1982), Setan Kredit(1982), Dongkrak Antik(1982), Chip (1983), dan Maju Kena Mundur Kena (1983). Dalam film Maju Kena Mundur Kena, Kasino bersama dua rekannya masuk dalam kelompok artis yang pernah dibayar paling mahal. Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, Warkop DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama walaupun Kasino tutup usia di tahun 1997. Setelah Dono juga meninggal di tahun 2001, Indro menjadi satu-satunya personel Warkop.