PTK DI PULAU PARI LAYANI 158 PEMOHON IZIN DAN NON-IZIN

Kamis, 19 November 2020 11:00 WIB

Sebanyak 158 pemohon izin dan non-izin dilayani melalui pelayanan terpadu keliling (PTK) yang diselenggarakan Unit Pengelola Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP PTSP) Kepulauan Seribu.        

"Selesai satu hari"                

Kepala Sub Bagian UP PTSP Kepulauan Seribu, Konrat Sianturi mengatakan, layanan jemput bola ini diadakan untuk memberikan kemudahan bagi warga. 

"Selain hemat waktu karena permohonan izin dan non-izin selesai satu hari, layanan ini juga bisa menghemat pengeluaran untuk transportasi," ujarnya, Kamis (19/11).

Konrat merinci, untuk pembuatan Kartu Kuning ada 10 pemohon, Surat Keterangan Catatan Kepolisian ada 45 pemohon, dan pembuatan BPHTB sebanyak 30 pemohon. Kemudian, 20 pemohon mengurus administrasi kependudukan, NPWP dan perpajakan 14 pemohon, pembuatan PAS kapal 15 pemohon, konsultasi pernikahan ada 4 orang, serta konsultasi pembuatan paspor sebanyak 20 orang.

"Dalam layanan jemput bola ini kami melibatkan organisasi perangkat daerah maupun instansi terkait lainnya," terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 02/04, Pulau Pari, Arief Irwansyah mengaku senang dengan diadakannya kembali PTK ini.

"Saya mengurus SKCK melalui layanan ini. Alhamdulillah, tidak perlu keluar banyak biaya dan harus keluar pulau untuk mengurus SKCK ini," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam layanan serupa yang diadakan di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Selasa (17/11), berhasil melayani sebanyak 205 pemohon izin dan non-izin. 





Reporter : Suparni | Editor : Toni Riyanto