Profil TGUPP

TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) dibutuhkan sebagai mata, telinga, bahkan sistem saraf gubernur dalam rangka memastikan visi-misinya tercapai secara penuh pada sepanjang masa bakti. Mereka adalah orang-orang andalan gubernur dalam menerjemahkan dan mengawal visi-misi ke dalam program prioritasnya.

Pembentukan TGUPP didasari pemikiran bahwa harus ada satu tim khusus yang berdedikasi tinggi dalam memastikan dan mengawal satuan-satuan kegiatan itu tereksekusi, sejak dari hulu hingga ke hilir aksi. TGUPP, sesuai namanya, adalah sebuah tim, bukan Perangkat Daerah. Lebih jelasnya, sebagaimana ditandaskan oleh pasal 3 ayat (1) Pergub 16/2019, TGUPP merupakan “Tim yang dibentuk dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dengan fokus pada program prioritas Gubernur”. TGUPP secara operasional berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur.

Tugas, Wewenang, dan Fungsi TGUPP

TGUPP mempunyai tugas membantu Gubernur dalam hal:

  1. melaksanakan pengkajian dan analisis kebijakan Gubernur;
  2. memberikan pertimbangan, saran dan masukan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Gubernur;
  3. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Gubernur;
  4. menerima informasi dari masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan Gubernur;
  5. melaksanakan pendampingan program prioritas Gubernur yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah;
  6. melaksanakan pemantauan proses perencanaan dan pengganggaran oleh Perangkat Daerah;
  7. melaksanakan mediasi antara Perangkat Daerah dan pihak terkait dalam rangka menyelesaikan hambatan pelaksanaan program prioritas Gubernur;
  8. melaksanakan tugas yang diberikan oleh Gubernur;
  9. dan melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Gubernur

Dalam rangka pelaksanaan tugasnya,TGUPP mempunyai wewenang:

  1. mengundang rapat Perangkat Daerah;
  2. meminta data/informasi dari Perangkat Daerah; dan
  3. mendengarkan pendapat, penjelasan dan keterangan dari masyarakat dan narasumber lainnya.

Fungsi TGUPP sekurang-kurangnya ada empat, yakni sebagai:

  1. Tangki pemikir: pengembangan gagasan baru, menata pesisir, mengelola aset, menegakkan good government, menerjemahkan ide-ide strategis gubernur ke aksi yang konkret dan doable, mitra diskusi pimpinan, dll.
  2. Sistem syaraf: penjembatan pesan dan komunikasi dwiarah (dari gubernur ke SKPD/Perangkat Daerah dan sebaliknya), menanam-sebarkan transformasi kultur dan mindset, correct akan isu-isu aktual (menghimpun informasi hingga menyajikan secara proper ke gubernur), menerjemahkan dan mendiseminasikan pesan ke publik (misal: melalui media briefing), dll.
  3. “Tukang pemberes” (delivery unit): fokus pada beresnya ketersampaian KSD, menjadi tukang “pengurai sumbatan”, mendorong inovasi-inovasi di bidang delivery, role model bagi tim/organisasi yang efektif, dll.
  4. Kantor gubernur: menyiapkan agenda rapat pimpinan, mengerjakan fungsi-fungsi konsultansi dalam hal prioritasi dan seleksi agenda-agenda gubernur, menyampaikan pandangan terhadap hal do and don’t (dalam konteks birokrasi dan administrasi) kepada gubernur sejauh diminta, dll.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi TGUPP berdasarkan Pergub 16 Tahun 2019 terdiri dari atas: 1 ketua, 4 bidang, dan 1 sekretariat. Jika dibagankan, strukturnya adalah sebagai berikut:

Profil Ketua

Ketua TGUPP dijabat Amin Subekti (2018-2022). Regulasi mengamanahkan bahwa, selain sebagai ketua, Amin juga merangkap anggota pada salah satu bidang. Amin memiliki rekam jejak yang bagus, terutama di bidang kepemimpinan dan pemerintahan. Sosok yang dikenal sebagai organisatoris, muda, dan cekatan ini pernah menjabat Deputi Keuangan di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (2005-2009) serta Direktur di PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2014-2017.

Ketua TGUPP mempunyai tugas:

  1. memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas TGUPP;
  2. mengoordinasikan pelaksanaan tugas Bidang;
  3. melaksanakan koordinasi dengan Perangkat Daerah, tokoh, pemerhati, ahli, Instansi Pemerintah/Swasta dan/atau masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi TGUPP; dan melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas TGUPP.

Sekretariat TGUPP

Sekretariat TGUPP dibutuhkan untuk memberikan sejumlah dukungan bersifat administratif, seperti: personel, keuangan, prasarana-sarana kerja, surat-menyurat, hingga kerumahtanggaan. Menempel di Bappeda Provinsi, kesekretariatan diawaki oleh ASN berkompeten yang ditugaskan secara penuh sebagai pejabat pelaksana. Formasi jabatannya di Sekretariat TGUPP ditetapkan sesuai kebutuhan.

Sekretariat TGUPP mempunyai tugas:

  1. melaksanakan administrasi kepegawaian, keuangan, prasarana, dan sarana kerja TGUPP;
  2. melaksanakan administrasi surat-menyurat dan kearsipan TGUPP;
  3. menyusun program kerja dan anggaran TGUPP berdasarkan usulan ketua TGUPP;
  4. memfasilitasi kebutuhan rapat TGUPP; dan
  5. melaksanakan urusan kerumahtanggaan TGUPP

Laporan TGUPP

Laporan TGUPP 2018Unduh Indonesia Download English