Akta Kematian

Akta Kematian

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Rabu, 17 Maret 2021, 03:34 WIB

Lokasi Pelayanan : (i) Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Jalan Letjen S. Parman No. 7, Jakarta Barat, (ii) Kantor Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta (iii) Kantor Kelurahan. 

 

Biaya                    : Gratis.


Akta Kematian merupakan bukti sah berupa akta yang dibuat dan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebagai bukti tertulis terkait Pencatatan Kematian seseorang. Mengingat bahwa kematian adalah salah satu peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap orang, maka Pencatatan Kematian memiliki peranan yang sangat vital untuk dilakukan dan dikukuhkan oleh Negara dalam bentuk Akta Kematian.  

Persyaratan Pelayanan Pencatatan Kematian

Untuk mendapatkan Pelayanan Pencatatan Kematian, harus melengkapi persyaratan berikut ini:

  1. Surat Keterangan Kematian dari Puskesmas/RS.

  2. KK dan KTP asli dari yang meninggal.

  3. Fotokopi KTP Pelapor dan 2 orang Saksi.

WNI Luar Negeri dapat Melakukan Pelaporan Pencatatan Kematian Melalui:

Lokasi Pelayanan : Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Jalan Letjen S. Parman No. 7, Jakarta Barat.

Biaya                    : Gratis.

Persyaratan Pelayanan Pencatatan Kematian WNI Luar Negeri

Untuk mendapatkan Pelayanan Pencatatan Kematian WNI Luar Negeri, harus melengkapi persyaratan berikut ini:

  1. Fotokopi Akta Kematian Luar Negeri (yang telah diterjemahkan oleh penerjemah resmi);

  2. Fotokopi Surat Keterangan Kematian dari KBRI (Pengesahan dari Konjen RI/Kemenlu);

  3. Fotokopi Paspor Indonesia;

  4. Fotokopi KTP dan KK DKI Jakarta;

  5. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,- (jika diwakilkan) dan Fotokopi KTP yang diberikan Kuasa.

Penduduk Orang Asing dapat Melakukan Pelaporan Pencatatan Kematian Melalui:

Lokasi Pelayanan : Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Jalan Letjen S. Parman No. 7, Jakarta Barat.

Biaya                    : Gratis.

Persyaratan Pelayanan Pencatatan Kematian Penduduk Orang Asing

Untuk mendapatkan Pelayanan Pencatatan Kematian Penduduk Orang Asing, harus melengkapi persyaratan berikut ini:

  1. Asli Surat Kematian dari Rumah Sakit;

  2. Asli Surat Keterangan dari Kedubes;

  3. Fotokopi Paspor;

  4. Fotokopi KTP & KK bagi pemegang ITAP;

  5. Fotokopi SKTT bagi Pemegang ITAS;

  6. Fotokopi KTP 2 orang Saksi;

  7. Surat Kuasa bermaterai Rp 6.000,- (jika diwakilkan) dan Fotokopi KTP yang diberikan Kuasa.

Formulir Akta Kematian

Untuk memperoleh Akta Kematian, Anda juga dapat mengisi formulir Pencatatan Kematian secara daring melalui link ini

Manfaat Akta Kematian

Kenyataannya, masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa mengurus Akta Kematian bukanlah hal yang penting. Padahal, Akta Kematian memberikan manfaat yang penting baik untuk pemerintah dan penduduk. Bagi pemerintah, Akta Kematian berguna untuk validasi data kependudukan. Dengan demikian, pemerintah memiliki data akurat terkait jumlah penduduk. 


Di sisi lain, penduduk akan mendapatkan beberapa manfaat dari Akta Kematian, di antaranya: (i) penetapan status janda atau duda (terutama bagi Pegawai Negeri) diperlukan sebagai syarat menikah lagi; (ii) untuk persyaratan pengurusan pembagian waris (Peralihan Hak Atas Tanah), baik bagi isteri atau suami maupun anak; (iii) diperlukan untuk mengurus pensiun bagi ahli warisnya, serta (iv) persyaratan untuk mengurus uang duka, tunjangan kecelakaan, Taspen, Asuransi, Perbankan, dan Pensiun.


Artikel Terkait

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil yang mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kependudukan dan Pencatatan sipil lingkup kabupaten.