Informasi Kolaborasi

Informasi Kolaborasi

JAKARTA KOTA KOLABORASI

Untuk mewujudkan Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sebuah visi kolaborasi dan kreasi dengan melibatkan warga dari semua lapisan masyarakat. Jakarta diharapkan menjadi City 4.0 di mana pemerintah berperan sebagai penyedia platform dan warga sebagai co-creator. Berbeda dengan City 1.0 di mana pemerintah berperan sebagai administrator dan warga hanya sebagai residen, atau City 2.0 di mana pemerintah merupakan pelayan dan warga sebagai customer, bahkan City 3.0 di mana pemerintah sebagai fasilitator dan warga sebagai partisipan. 

Dengan bervisi menjadi City 4.0, kota Jakarta diharapkan dapat menciptakan kultur berbagi gagasan dan ekosistem yang saling mendukung antara pemerintah dengan warganya. 

Perkenalkan, +Jakarta

+Jakarta (baca: plusjakarta) lahir sebagai sebuah wadah penggerak untuk mewujudkan kolaborasi antarelemen masyarakat. Kota yang maju adalah kota yang warganya semakin terlibat. Oleh karena itu, dengan +Jakarta, Jakarta mengajak warga bersama-sama menciptakan perubahan, inovasi, dan menorehkan sejarah baru.


+Jakarta memfasilitasi berbagai informasi, ide, serta peran untuk berkolaborasi demi mencapai tujuan kota. Hingga kini, berbagai elemen masyarakat telah sama-sama bergerak, dari seniman, startup, UMKM, lembaga kemanusiaan, ibu-ibu arisan, mahasiswa, hingga komunitas. Terdapat enam kategori kolaborasi di +Jakarta yaitu Environmental Resilience, Future of Work, Urban Regeneration, Innovation and Technology, Equality and Empowerment, Art and Culture. Siapa saja dapat mengunjungi informasi lebih lanjut terkait kolaborasi melalui plusjakarta.com

Kolaborasi-Kolaborasi

Kota Jakarta dan warga telah melakukan berbagai kolaborasi yang hingga kini telah berjalan. Kolaborasi-kolaborasi ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan Jakarta, namun juga membentuk Jakarta menjadi kota yang lebih maju dan lebih hidup. Berikut adalah beberapa kolaborasi yang telah berjalan di Jakarta:

Komunitas+Jakarta

Jakarta telah bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk menciptakan kota yang sesuai dengan kebutuhan warganya. Contohnya saja pembuatan papan informasi berupa penanda (signage) dan penunjuk arah (wayfinding) di beberapa halte Transjakarta sejak Agustus 2019. Papan informasi tersebut merupakan buah dari kolaborasi dengan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ). Forum ini merupakan wadah bagi warga Jakarta untuk berdiskusi mengenai perkembangan mobilitas kota, hingga menerbitkan peta transportasi umum Jakarta yang komprehensif. Selain FDTJ, pemasangan papan informasi ini juga didukung oleh Dinas Perhubungan, PT Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta,  Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, serta komunitas kreatif, Kreavi. 


Papan informasi yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tersebut memuat semua moda transportasi yang melintas di area tersebut. Warga dapat melihat rute, kode nomor transportasi umum yang melintas, juga peta integrasi antarmoda transportasi selain Transjakarta, seperti MRT dan LRT Jakarta. Hal ini dapat membentuk masyarakat yang mandiri dalam bertransportasi umum.


Selain itu, masih banyak lagi bentuk kolaborasi dengan komunitas Jakarta lainnya, seperti pembangunan skatepark di Taman Maju Bersama yang melibatkan komunitas skateboard dan BMX dalam perancangannya serta pembangunan arena parkour bersama komunitas parkour. Jakarta masih terus membuka peluang bagi komunitas-komunitas di Jakarta untuk berkolaborasi dan menjadi bagian dari solusi.

Start-up+Jakarta

Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Jakarta Smart City telah bekerjasama dengan perusahaan digital startup untuk sama-sama memecahkan berbagai permasalahan di kota Jakarta. 


Diawali dengan Kolaborasi dengan Delapan Perusahaan Digital

Ketika awal Smart Collaboration dicetuskan, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan delapan perusahaan digital, yakni Nodeflux, duithape, Botika, Gojek, Grab, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee. Perusahaan-perusahaan ini masing-masing berkolaborasi dalam bidang yang berbeda. Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak mendorong perkembangan smart economy dengan mempromosikan UMKM DKI Jakarta dalam ranah digital. Sedangkan Nodeflux, sebagai emerging startup yang berfokus pada Artificial Intelligence, membantu Jakarta dengan License Plate Recognition yang dapat membantu mengenali dan membaca plat nomor kendaraan untuk penerapan E-tilang. Kolaborasi seperti ini semoga dapat menjadi pemantik kehadiran perusahaan teknologi lain yang siap memberikan solusi komprehensif untuk masalah di Jakarta. 

Kolaborasi Teknologi pada Masa Pandemi Covid-19

JSC, Jakarta Smart City, kolaborasi, Jakarta, COVID-19

(Dokumentasi: Nodeflux)

Ketika pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) menerpa, Pemprov DKI Jakarta berusaha menjawab tantangan pada masa pandemi dengan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan startup, di antaranya:

  • Jakarta Aman. Awalnya Jakarta Aman telah bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta sebelum pandemi, untuk merespons kebutuhan panggilan darurat warga dengan menghadirkan panic button dan laporan kedaruratan. Ketika pandemi Covid-19, Jakarta Aman menambah fitur pelaporan untuk warga yang terpapar. 

  • Sekolah.mu. Ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PSBB Transisi diterapkan di Jakarta, kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan ke rumah. Sekolah.mu merupakan bentuk kolaborasi startup Sekolah.mu dengan Dinas Pendidikan DKI, untuk mendukung aktivitas pembelajaran online dan penyediaan materi belajar digital yang dapat diakses gratis oleh guru dan siswa. 

  • Sistem Pemantauan dengan Artificial Intelligence. Sistem pemantauan ini bekerjasama dengan Nodeflux untuk mengembangkan fitur pemantauan publik, berupa Public Mobility Monitoring (mendeteksi dan menghitung kepadatan manusia serta kendaraan untuk mengukur mobilitas warga), Social Distance Monitoring (memantau dan memberi peringatan secara otomatis ketika jarak antarmanusia kurang dari satu meter), serta Face Mask Monitoring (memantau dan memberi peringatan secara otomatis ketika ada warga yang tidak memakai masker di ruang publik).


Collaborative Sandbox

Untuk mengoptimalkan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta memberikan ruang dengan paradigma collaborative sandbox untuk perusahaan teknologi, agar dapat memberikan solusi atas permasalahan rill di kota Jakarta. Dengan collaborative sandbox ini, startup dapat menguji inovasinya dalam menyelesaikan masalah. Pemerintah juga ikut dalam diskusi masalah dan pengujian inovasi, selain membantu proses bisnisnya. Ini merupakan sebuah undangan terbuka bagi perusahaan teknologi di Indonesia untuk mengembangkan inovasinya, dalam memberikan solusi bagi berbagai permasalahan di Jakarta. 


Lembaga Kemanusiaan+Jakarta

Kolaborasi merupakan faktor penting dalam menghadapi bencana, seperti banjir. Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pusat komando kebencanaan di Jakarta berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Satpol PP, serta Jakarta Smart City, untuk menangani bencana seperti banjir. Namun, tidak hanya jajaran pemerintah yang turun menangani bencana, lembaga kemanusiaan juga merupakan elemen penting kolaborasi. 

Lembaga kemanusiaan, salah satunya ACT (Aksi Cepat Tanggap), berkolaborasi dalam bentuk verifikasi daerah terdampak agar pemberian bantuan dapat terlaksana dengan optimal. Selain itu, lembaga kemanusiaan juga membantu menurunkan armada, membuka posko, membangun dapur umum, serta mendistribusikan bantuan. Hal ini mengacu pada penta-helix kebencanaan yang merupakan kerangka kerja (framework) multi-pemangku kepentingan (multi-stakeholders) untuk mengoptimalkan mitigasi dan penanganan bencana. Ada lima stakeholders yang termasuk penta-helix kebencanaan: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. Masing-masing stakeholder memiliki peran masing-masing yang ternyata sangat membantu saat semuanya bersinergi.


Warga+Jakarta

Begitu banyak bentuk kolaborasi pemerintah DKI Jakarta dengan warganya. Berdaya bersama (*tulisan berdaya bersama nanti nge-link ke menu berdaya bersama yang mengandung berbagai program bersama warga) adalah semangat kolaborasi antara Jakarta dan warganya. PKK dan Karang Taruna contohnya. Selain itu, ketika pandemi Covid-19 melanda, Jakarta bergerak cepat dengan menyediakan platform donasi berbasis daring, KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar), dalam bentuk bantuan pangan dan bantuan untuk UMKM. 


KSBB ditujukan kepada warga yang kekurangan karena terdampak pandemi Covid-19. Semua bantuan bersumber dari warga lain yang secara sukarela memberikan donasi, lalu dibagikan kepada yayasan atau komunitas tujuan, antara lain RW prioritas, pesantren, panti asuhan, panti jompo, panti disabilitas, serta lokasi prioritas lainnya. Warga yang memiliki perusahaan dapat memberikan bantuan dalam jumlah besar, sedangkan bagi individu yang ingin berdonasi semampunya dapat menyalurkan lewat mitra agregator yang kemudian akan mengumpulkan donasi dan menyalurkannya. 


Jakarta masih terus membuka pintu untuk siapa saja yang ingin berkolaborasi. Yuk, ikut jadi bagian dari solusi dengan berkolaborasi!

Informasi Lebih Lanjut

Gedung Balai Kota DKI Jakarta

Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

www.plusjakarta.com 

Email: collab@plusjakarta.com

Instagram: @plusjakarta



Artikel Terkait