Stasiun Pemantauan Kualitas Udara

Stasiun Pemantauan Kualitas Udara

Dinas Lingkungan Hidup
Selasa, 30 Januari 2024, 15:10 WIB

Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) merupakan salah satu teknologi yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memantau kualitas udara di Jakarta.

Tujuan dipasangnya SPKU adalah untuk memantau dan mengukur kualitas udara, khususnya polusi udara. Selain itu agar bisa mengetahui data yang lebih akurat seputar peredaran udara di Jakarta.  

SPKU yang terpasang pada umumnya bisa mendeteksi beberapa polutan yang beredar di udara, seperti PM10, PM2.5, Gas Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Dioksida (SO2), dan Ozon (O3).

Manfaat SPKU Jakarta

Selain berfungsi untuk memantau kualitas udara, SPKU yang terpasang di Jakarta bermanfaat bagi warga untuk mengetahui kualitas udara di wilayah sekitar. Selain bagi warga, terdapat beberapa manfaat jangka panjang dari pemasangan SPKU Jakarta, yaitu:

  • Dasar penentuan kebijakan dan strategi pengendalian pencemaran udara;
  • Pengambilan keputusan berdasarkan akurasi data udara yang mewakili ruang dan waktu;
  • Menetapkan status mutu udara ambien daerah;
  • Evaluasi efektivitas kebijakan pengendalian pencemaran udara;
  • Pengamatan kecenderungan pencemaran udara di wilayah yang diamati;
  • Validasi model disperse pencemaran udara untuk memprediksi kontribusi sumber dan jenis pencemaran;
  • Prediksi mutu udara mendatang.

Pemasangan SPKU di Jakarta merupakan kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, ada beberapa kolaborator lintas organisasi yang turut memasang SPKU di beberapa titik di Jakarta. Dengan memanfaatkan SPKU, Pemprov DKI Jakarta turut memonitor kualitas udara dan menjadikannya basis kebijakan mewujudkan udara Jakarta yang asri.

Titik SPKU di Jakarta

Hingga tahun 2023 terdapat 21 SPKU yang tersebar di Jakarta dan akan bertambah 4 SPKU lainnya di tahun 2024. Hingga tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta menargetkan akan terpasang 25 SPKU yang tersebar di wilayah Jakarta.

 Sebaran SPKU di Jakarta:

  1. Jakarta Utara:
  • Rusun Penjaringan (DLH DKI Jakarta)
  • RPTRA Manggala Bisa (DLH DKI Jakarta)
  • SPKU Kelapa Gading
  • DKI 2 – Kelapa Gading Jakarta Utara
  • WRI – CAC Marunda SDN Marunda
  1. Jakarta Barat
  • TMB Gobol Paya
  • Terminal Kalideres
  • WRI-CAC Jakbar
  • DKI 5 – Kebon Jeruk Jakarta Barat
  • Hutan Kota Srengseng
  1. Jakarta Timur
  • Agrowisata Cilangkap
  • Taman Delonix
  • GOR Ciracas
  • DKI 4 – Lubag Buaya Jakarta Timur
  • DI Pandjaitan
  • WRI-CAC Jaktim
  • JIEP
  • Pacuan Kuda Pulomas
  • Ahmad Yani
  1. Jakarta Pusat
  • Dinas Teknis Jatibaru
  • DKI 1 – Bundaran HI Jakarta Pusat
  • KLHK (GBK)
  1. Jakarta Selatan
  • DKI 3 – Jagakarsa Jakarta Selatan
  • GOR Ragunan
  • Pasar Minggu
  • Fatmawati
  • Kedubes Amerika Serikat (Jakarta Selatan)
  • Tebet Eco Park
  1. Kepulauan Seribu
  • Pulau Pramuka
  • RPTRA Tanjong Timur

Keseluruhan sebaran SPKU di atas tidak hanya dipasang oleh DLH DKI Jakarta. Beberapa organisasi dan lintas lembaga turut berkontribusi dalam sebaran SPKU di atas.

Pemasangan SPKU di Jakarta merupakan komitmen kebijakan Pemprov DKI Jakarta mewujudkan udara Jakarta yang asri dan sehat bagi warganya. Pemprov DKI Jakarta menyediakan platform bagi warga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar kualitas udara di Jakarta melalui Aplikasi JAKI serta Rendah Emisi Jakarta.

Selain itu, Anda juga bisa mengetahui informasi terkait data pemantauan SPKU yang dipasang oleh beberapa kolaborator swasta dan lintas instansi pemerintah melalui situs dan aplikasi masing-masing. Jaga udara kita untuk kenyamanan bersama.

Artikel Terkait

Dinas Lingkungan Hidup

Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengelolaan kebersihan.

Skip to content

slot gacorhttps://formppid.kemenpora.go.id/__captcha/__demo/slot