Tarian Jakarta

Tarian Jakarta

Dinas Kebudayaan
Senin, 3 April 2023, 02:11 WIB

Tarian mencerminkan identitas sebuah kebudayaan. Budaya Betawi begitu kaya dengan berbagai tarian yang dipengaruhi oleh campuran budaya lainnya.

Budaya Melayu, Tionghoa, Arab, dan berbagai budaya lokal nusantara bercampur padu secara harmonis hingga membentuk tarian Betawi.

Anda bisa melihat pagelaran tarian Betawi yang dipertunjukkan dengan semangat, bahagia, dan energik mulai dari hajatan masyarakat, hingga upacara resmi di Jakarta. 

Beberapa contoh dari tarian Betawi di antaranya: 

Tari Topeng Betawi

Mulanya, tari topeng adalah tarian pengantar pementasan lakon topeng betawi. Nama tari topeng disematkan karena penarinya memakai topeng. Tari ini mulai pertama kali tercatat berkembang pada tahun 1872, dimulai sebagai permainan populer dengan nama Klain Maskerspel.

Kini, tari topeng betawi khusus pada sebuah pagelaran dan memiliki pola gerak tertentu yang dapat dikembangkan dengan variasi dan improvisasi penarinya.

Tari Cokek

Tarian ini mulanya berkembang sejak abad ke-19 yang dipertunjukan untuk menyambut tamu dari tuan-tuan Tionghoa yang berkunjung dan diiringi dengan orkes gambang kromong.

Para penari disebut dengan “Wayang Cokek” karena tari cokek dimulai dengan tarian pembukaan yang disebut dengan “wawayangan”. Kini, tari cokek digemari oleh berbagai kalangan dan dipertunjukan untuk memeriahkan berbagai hajatan besar.  

Tari Nandak Ganjen

Nandak Ganjen adalah sebuah tari kreasi Betawi yang dikembangkan pada tahun 2000. Tari ini menceritakan kisah seorang gadis yang beranjak dewasa sehingga gerakan tariannya sangat seru dan energik dan kerap mengundang senyum para penonton. 

Tarian ini biasanya dipadukan bersamaan dengan nyanyian. Sehingga, selain menyuguhkan keindahan gerakan tari, tarian ini juga menyuguhkan olah suara yang memikat penonton.

Tari Lenggang None

Tarian khas Betawi satu ini diperagakan oleh seorang wanita yang dalam tariannya mengandung unsur cinta, persahabatan, perjuangan dan juga konflik.

Tarian ini juga diisi oleh sedikit adegan silat di antara penari yang menunjukkan keperkasaan para wanita Betawi dalam seni bela diri. Tari lenggang none diiringi oleh musik gambang kromong denhgan busana yang didominasi warna cerah dan tambahan alat peraga seperti payung dan kipas.

Tari Zapin Betawi

Tari Zapin Betawi dipengaruhi oleh budaya Arab timur tengah dan campuran tarian Melayu. Kata Zapin dalam tarian ini berasal dari bahasa Arab Zafana atau Zafanan yang berarti melangkah, dan dapat pula diartikan sebagai menari.

Tari ini biasanya dipertunjukkan pada upacara tertentu seperti hari maulid nabi, khitanan, perkawinan, dan berbagai hajatan besar lainnya.

Artikel Terkait

Dinas Kebudayaan

Dinas Kebudayaan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintah bidang kebudayaan pada sub urusan kebudayaan, kesenian tradisional, sejarah, cagar budaya dan permuseuman.

Skip to content

slot gacorhttps://formppid.kemenpora.go.id/__captcha/__demo/slot